Uncategorized

Kalsel Perkuat Peran dalam Swasembada Pangan, Energi dan Air Nasional

5

Kalsel Perkuat Peran dalam Swasembada Pangan, Energi dan Air Nasional

BANJARBARU – Kalimantan Selatan menjadi salah satu dari empat provinsi yang masuk dalam pengembangan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN). Program ini mendorong pembangunan kawasan yang tidak hanya memperkuat produksi pangan, tetapi juga ditopang oleh ketersediaan energi dan air secara berkelanjutan.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, menyebut HSS termasuk dalam enam kawasan swasembada pangan unggulan di Kalsel. Daerah ini memiliki sekitar 35 ribu hektare lahan persawahan, dengan realisasi luas tanam hingga Mei 2026 mencapai sekitar 19.605 hektare.

Potensi pangan Kalsel juga tercermin dari data produksi padi. Berdasarkan data BPS Kalsel, luas panen padi pada 2025 mencapai 290.332 hektare, naik 17,97 persen dibandingkan 2024. Sementara produksi padi mencapai sekitar 1.179.338 ton gabah kering giling (GKG), atau naik 14,55 persen. Produksi beras untuk konsumsi penduduk tercatat sekitar 697.788 ton. Angka ini menunjukkan Kalsel memiliki modal besar untuk mendukung swasembada pangan nasional.

Namun, target KSPEAN tidak hanya bergantung pada pangan. Sektor air menjadi tantangan yang kini mulai terlihat, terutama saat musim kemarau 2026. Di Banjarmasin, intrusi air laut ke Sungai Martapura berdampak pada sumber air baku masyarakat. Supervisor Humas PT Air Minum Bandarmasih, Murjani, menyebut kadar garam sempat mencapai sekitar 8.000 miligram per liter, sehingga air tidak dapat diolah secara normal. Kondisi itu membuat pengambilan air baku dari Intake Sungai Bilu dihentikan dan kapasitas pengolahan air bersih menurun hingga sekitar 50 persen.

Selain air, sektor energi juga menjadi pilar penting dalam konsep KSPEAN. Ir. H. Endarto, S.T., M.S., yang kini menjabat sebagai Plt. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Selatan, sebelumnya saat masih menjabat Kepala Bidang Energi menyampaikan bahwa pemanfaatan energi baru dan terbarukan di Kalsel terus meningkat. Pada 2026, bauran EBT Kalsel diperkirakan mencapai sekitar 15,5 persen, didorong oleh pemanfaatan PLTS, biomassa, dan tenaga air.

Keberhasilan Kalsel dalam program KSPEAN nantinya tidak hanya diukur dari bertambahnya luas tanam atau naiknya produksi padi. Kemampuan menjaga ketersediaan air, memperkuat infrastruktur irigasi, serta mendorong energi terbarukan akan menjadi faktor yang sama pentingnya.

Dengan modal besar di sektor pangan, Kalsel memiliki peluang kuat menuju kawasan swasembada nasional. Namun, tantangan di sektor air dan energi menunjukkan bahwa keberhasilan program ini akan sangat ditentukan oleh kemampuan mengintegrasikan pangan, energi, dan air dalam satu sistem pembangunan yang saling menopang.

Exit mobile version