HABAR BANJAR — Aliansi Masyarakat Kalsel Melawan berencana menggelar aksi besar di Gedung DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) pada 1 September 2025. Aksi ini akan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, pengemudi ojek online, buruh, dan masyarakat umum yang menyuarakan beberapa tuntutan penting terkait masalah sosial dan lingkungan di provinsi tersebut.
Tuntutan Utama Aksi
-
Reformasi DPRD Kalsel: Massa menuntut efisiensi gaji dan tunjangan anggota DPRD Kalsel serta transparansi dalam pengelolaan anggaran, yang diharapkan dapat mencerminkan kondisi ekonomi daerah yang lebih baik.
-
Reformasi Polri: Tuntutan juga mencakup reformasi dalam tubuh Polri, termasuk revisi terhadap Undang-Undang Polri dan peningkatan profesionalisme aparat, setelah berbagai laporan terkait tindakan represif yang dinilai tidak sesuai dengan semangat keadilan.
-
Penyelesaian Kasus Affan Kurniawan: Massa mendesak agar kasus kematian Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang tewas setelah diduga terlibat insiden dengan aparat, segera diusut tuntas dengan transparansi.
-
Penolakan Penetapan Taman Nasional Meratus: Beberapa elemen masyarakat, khususnya masyarakat adat dan aktivis lingkungan, menentang rencana pemerintah untuk menjadikan Pegunungan Meratus sebagai taman nasional. Mereka khawatir kebijakan ini akan berdampak pada hak kelola lahan dan kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut.
-
Dukungan untuk RUU Perlindungan Masyarakat Adat: Massa juga menuntut agar DPRD Kalsel mendukung pengesahan RUU yang memberikan perlindungan hukum bagi masyarakat adat serta pengakuan hak mereka atas tanah dan sumber daya alam yang telah mereka kelola secara turun-temurun.
Persiapan dan Koordinasi Aksi
Sejumlah mahasiswa dan masyarakat telah melakukan konsolidasi di bawah Jembatan Banua Anyar, Banjarmasin, sebagai persiapan untuk aksi tersebut. Mereka berencana berkumpul di Taman Kamboja sebelum menuju Gedung DPRD Kalsel. Organisasi mahasiswa juga telah merencanakan logistik dan pengamanan untuk menjaga kelancaran jalannya demonstrasi.
Pernyataan Koordinator Aksi
Koordinator Wilayah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalsel, Rizki, menjelaskan bahwa aksi ini bertujuan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Ketua DPRD Kalsel, Supian HK. Rizki berharap agar Supian HK dapat hadir langsung dan mendengarkan tuntutan masyarakat, sebagai bentuk keseriusan dalam menanggapi berbagai permasalahan yang ada.
Imbauan kepada Peserta Aksi
Peserta aksi diimbau untuk menjaga ketertiban selama demonstrasi berlangsung. Pihak berwenang juga diminta untuk menghormati hak berdemonstrasi yang dijamin oleh konstitusi dan menghindari penggunaan kekerasan yang berlebihan. Peserta juga disarankan untuk mendokumentasikan kegiatan mereka sebagai bentuk transparansi.
Aksi ini diharapkan dapat menjadi saluran bagi masyarakat untuk menyuarakan keprihatinan mereka terhadap berbagai isu sosial dan lingkungan yang dianggap belum mendapatkan perhatian yang memadai dari pemerintah.