
Langkah antisipasi dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dengan memperkuat pengawasan di pelabuhan serta titik-titik kedatangan dari luar negeri.
Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan, Diauddin, mengatakan penguatan ini merupakan bentuk kewaspadaan dini setelah adanya laporan kasus virus Nipah di negara tetangga.
Menurutnya, Kalimantan Selatan sebagai daerah strategis ekspor dan impor memiliki mobilitas orang dan barang yang cukup tinggi, sehingga perlu langkah pencegahan lebih awal.
Diauddin menegaskan hingga saat ini belum ditemukan kasus virus Nipah di Kalimantan Selatan. Virus Nipah sendiri merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. Penularan dapat menjadi lebih berbahaya apabila terjadi secara berantai dari manusia ke manusia. Namun, sejauh ini penularan antar manusia masih bersifat terbatas dan kasus di negara asal masih dapat dilokalisasi.
Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala mencurigakan.
Gejala infeksi virus Nipah umumnya muncul 4–14 hari setelah paparan. Gejala sering dimulai dengan demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, batuk, sakit tenggorokan, dan muntah.