BeritaKab. BanjarnasionalSosial

Gubernur-Wagub Kalsel Tembus Banjir, 300 Paket Sembako Bikin Warga Pesayangan Menangis Haru

10

Penulis: MW

Gubernur-Wagub Kalsel Tembus Banjir, 300 Paket Sembako Bikin Warga Pesayangan Menangis Haru

Kabupaten Banjar — Hujan deras yang mengguyur Kalimantan Selatan sejak akhir Desember memicu banjir di berbagai wilayah, tapi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel tak tinggal diam. Gubernur H. Muhidin dan Wakil Gubernur langsung turun tangan, salurkan ratusan paket sembako ke korban banjir di Kabupaten Banjar, khususnya Desa Pesayangan, Kecamatan Martapura.

Pagi ini (2/1), rombongan Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setdaprov Kalsel berangkat dari Kantor Gubernur di Banjarbaru. Mereka tembus banjir dengan pikap, antar 300 paket sembako langsung ke RT 07 Desa Pesayangan. Banjir di sini sudah meresahkan sejak Sabtu (27/12), air setinggi lutut orang dewasa dan baru mulai surut 20 cm.

Kepala Biro Adpim, H. Berkatullah, bilang ini instruksi langsung Gubernur H. Muhidin. “Seluruh SKPD Pemprov dikerahkan. Kami bukan cuma kasih bantuan, tapi juga pantau kondisi lapangan,” tegasnya. Bantuan serupa juga mengalir deras dari berbagai dinas: Satpol PP bagi makanan-obat di Tajau Landung, Dinas Kelautan-Perikanan di Teluk Selong, hingga Dinas Kesehatan di lokasi lain.

Tak ketinggalan, Wakil Gubernur Kalsel juga blusukan tembus banjir untuk serahkan bantuan langsung ke warga Kabupaten Banjar. Gerak cepat ini bikin staf ahli, asisten, dan tenaga ahli ikut terjun ke lapangan. Bahkan, bantuan khusus dikirim ke Kabupaten Tabalong via Sekretaris DPRD Provinsi, Muhammad Jaini.

Warga setempat, seperti Zainuddin, tak henti bersyukur. “Air naik sejak Sabtu, lebih parah dari tahun lalu. Bantuan Gubernur ini ngebantu banget, stok makanan mulai menipis,” ceritanya. Fatmah Noor Makiyah (61) yang rumahnya sempat kebanjiran, kini jadi tempat mengungsi tetangga. “Terima kasih Pak Gubernur dan Wagub, meringankan beban kami,” ujarnya.

Pemprov Kalsel janji terus pantau situasi. “Semoga air cepat surut, warga bisa balik normal,” harap Berkatullah. Sampai saat ini, banjir akibat curah hujan tinggi dan kiriman dari kabupaten tetangga masih dikeluhkan di Martapura, Tabalong, dan sekitarnya.

Exit mobile version