Berita

Kasus Super Flu di Kalsel Terbanyak Kedua Nasional, Dinkes Imbau Tetap Waspada

37
×

Kasus Super Flu di Kalsel Terbanyak Kedua Nasional, Dinkes Imbau Tetap Waspada

Share this article

Kasus Super Flu di Kalsel Terbanyak Kedua Nasional, Dinkes Imbau Tetap Waspada

HABAR BANJAR– Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan (Dinkes Kalsel) mencatat sebanyak 18 kasus influenza varian A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai super flu hingga akhir Desember 2025. Meski jumlah tersebut tergolong tinggi secara nasional, Dinkes memastikan kondisi kesehatan masyarakat di daerah tersebut masih terkendali.

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, dr. Diauddin, mengatakan sistem kesehatan di Kalimantan Selatan saat ini berada dalam kondisi siaga dan mampu menangani kasus super flu yang terdeteksi melalui sistem surveilans rutin penyakit pernapasan.

“Perlu diketahui, saat ini sistem kesehatan di Kalsel dalam kondisi siaga dan terkendali. Sebagian besar kasus yang ditemukan menunjukkan gejala ringan hingga sedang dan dapat ditangani dengan prosedur standar,” kata Diauddin di Banjarmasin, Kamis.

Ia menjelaskan, influenza A (H3N2) subclade K pada dasarnya merupakan flu musiman yang telah terpantau melalui pemeriksaan laboratorium dan surveilans sentinel. Hingga kini, belum terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa varian tersebut lebih berbahaya dibandingkan influenza biasa.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI hingga 25 Desember 2025, secara nasional tercatat 62 kasus super flu yang tersebar di delapan provinsi. Jawa Timur mencatat jumlah terbanyak dengan 23 kasus, disusul Kalimantan Selatan 18 kasus, dan Jawa Barat 10 kasus.

Meski demikian, Diauddin mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit penyerta. Masyarakat yang mengalami gejala flu berat, seperti demam tinggi berkepanjangan, nyeri otot hebat, dan kelelahan ekstrem, diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Kami mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap remeh risiko penularan, namun juga tidak perlu panik,” ujarnya.

Dinkes Kalsel juga terus mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti mencuci tangan secara rutin, menggunakan masker saat sakit atau berada di tempat umum, serta menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat yang cukup.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI menegaskan bahwa vaksin influenza yang tersedia saat ini masih efektif untuk mencegah gejala berat akibat infeksi virus influenza, termasuk subclade K. Upaya surveilans dan pelaporan kasus terus diperkuat di seluruh daerah, termasuk Kalimantan Selatan, guna mencegah meluasnya penularan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *