BeritaKota BanjarmasinSosial

DPRD Banjarmasin gelar RDP merespon serius maraknya balap liar

11
×

DPRD Banjarmasin gelar RDP merespon serius maraknya balap liar

Share this article

 

DPRD Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menggelar rapat dengar pendapat (RDP) mengundang kepolisian dan TNI serta Dinas Perhubungan dan Satpol PP kota setempat untuk merespon serius maraknya aksi balap liar.

Ketua Komisi I DPRD Kota Banjarmasin Aliansyah di Banjarmasin, Kamis, menyampaikan, aksi balap liar makin meresahkan warga saat ini, salah satunya di wilayah Tanjung Pagar, Banjarmasin Selatan.

Aksi balap liar sepeda motor yang dilakukan para remaja tersebut sudah menimbulkan gangguan ketertiban masyarakat dan kecelakaan lalu lintas, ucap dia, maka harus disikapi secara serius untuk ditangani.

Aliansyah menyampaikan, RDP yang dilaksanakan pihaknya hari ini dengan mengundang kepolisian dan TNI serta Dishub dan Satpol PP sebagai bentuk menekan kasus kenakalan remaja tersebut, salah satunya aksi balapan liar.

Diungkapkan dia, dalam gelar RDP ini disepakati beberapa langkah preventif untuk menekan aksi balap liar.

“Salah satunya pembuatan pita getar atau marka jalan melintang yang sengaja dibuat tidak rata. Ini bertujuan untuk menimbulkan getaran dan suara, agar pengendara mengurangi kecepatan dan lebih waspada saat melalui jalan itu,” ujar Aliansyah.

DPRD mengusulkan agar didirikan pos pantau atau pos penjagaan di lokasi-lokasi yang kerap dijadikan arena balap liar.

“Dengan adanya pos pantau, potensi terjadinya balapan liar bisa dicegah sejak awal, sebelum aktivitas tersebut berkembang,” katanya.

Aliansyah menambahkan, koordinasi dengan tokoh masyarakat setempat juga menjadi perhatian penting, karena peran mereka sangat dibutuhkan dalam memberikan edukasi kepada para remaja.

Sementara itu, Kapolsek Banjarmasin Selatan, Kompol Christugus Lirens mengungkapkan, pihak kepolisian selama ini telah melakukan patroli rutin di kawasan yang berpotensi menjadi lokasi balap liar.

“Kami secara rutin melakukan kegiatan kepolisian di titik-titik rawan balap liar. Namun sejauh ini, kami masih mengedepankan langkah persuasif dengan memberikan imbauan kepada para remaja,” ungkapnya.

Christugus menjelaskan, tindakan tegas belum menjadi prioritas utama selama pendekatan persuasif masih memungkinkan dilakukan.

“Kami berharap dengan pendekatan humanis, para remaja dapat memahami risiko dan menghentikan aktivitas tersebut,” tambahnya.

Dalam RDP tersebut, Christugus juga mengusulkan solusi alternatif dengan memanfaatkan ruang publik secara positif.

“Selama bulan Ramadan 2026, kami menyarankan agar di kawasan jalan yang sering digunakan balap liar dapat dimanfaatkan sebagai lokasi Pasar Ramadhan. Dengan begitu, aktivitas negatif bisa berkurang,” ujarnya.

Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Kota Banjarmasin, Syarmani, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung upaya penertiban dengan pihak kepolisian, TNI dan Dishub.

“Kami siap melakukan kegiatan rutin di kawasan yang selama ini digunakan untuk balap liar,” kata Syarmani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *