
BANJARBARU — Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat persaudaraan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ketua Umum Organisasi Kemasyarakatan Dayak Kulawarga Borneo (DKB) Kalimantan Selatan, Dr. (Cand) Salam, S.H., M.H., mengajak masyarakat Kalimantan Selatan untuk bersama-sama mengibarkan Bendera Merah Putih serta menjaga situasi daerah agar tetap aman, damai, dan kondusif.
Menurut Salam, semangat kemerdekaan tidak cukup hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga harus tercermin dalam sikap masyarakat yang saling menghormati, menjaga kerukunan, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang berpotensi menimbulkan perpecahan.
Ia juga menyoroti beredarnya isu mengenai penggunaan maupun pengibaran simbol yang dikaitkan dengan masyarakat Dayak. Salam meminta masyarakat tidak terburu-buru memberikan penilaian dan tetap mampu membedakan antara simbol budaya dengan simbol yang digunakan untuk kepentingan politik tertentu.
Menurutnya, berbagai simbol yang dimiliki masyarakat Dayak pada dasarnya merupakan bagian dari identitas dan kekayaan budaya yang telah tumbuh di tengah masyarakat sejak lama.
“Bendera maupun simbol Dayak merupakan bagian dari identitas budaya. Jangan sampai simbol kebudayaan kemudian diarahkan atau dimanfaatkan untuk kepentingan yang bertentangan dengan persatuan dan keutuhan NKRI,” ujarnya.
Salam menegaskan bahwa masyarakat Dayak, khususnya yang berada di Kalimantan Selatan, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari bangsa Indonesia.
Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap pihak-pihak anonim maupun kelompok tertentu yang mencoba membawa nama suku, budaya, atau masyarakat Borneo untuk menyebarkan narasi provokatif.
“Jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang sumbernya tidak jelas. Masyarakat harus tetap tenang dan tidak memberikan ruang bagi pihak yang ingin menciptakan kegaduhan atau memecah persatuan,” tegasnya.
Dalam peringatan kemerdekaan tahun ini, Salam juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan Merah Putih sebagai simbol persatuan bersama, tanpa harus menghilangkan atau meninggalkan identitas budaya masing-masing.
Menurutnya, keberagaman suku dan budaya justru menjadi salah satu kekuatan Indonesia apabila dirawat dengan semangat persaudaraan dan saling menghormati.
“Kita memiliki adat, budaya dan latar belakang yang beragam, tetapi kita tetap berada dalam satu rumah besar, yaitu Indonesia. Merah Putih adalah simbol yang mempersatukan kita semua,” katanya.
Salam berharap masyarakat Kalimantan Selatan dapat terus menjaga keharmonisan sosial serta tidak mudah terseret dalam isu yang dapat memicu ketegangan di tengah masyarakat.
Ia juga mendorong seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban, sekaligus mengisi kemerdekaan melalui kegiatan positif dan pembangunan daerah.
Semangat tersebut, lanjutnya, sejalan dengan falsafah kehidupan masyarakat Dayak:
“Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata. Arus, Arus, Arus!”
Salam menilai nilai-nilai budaya Dayak mengajarkan pentingnya keadilan terhadap sesama, menjunjung nilai kehidupan yang baik, serta memiliki semangat untuk membangun kehidupan bersama.
Karena itu, perbedaan budaya tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi kekayaan yang memperkuat persatuan bangsa.
“Mari kita jaga kedamaian Kalimantan Selatan, rawat persaudaraan, tolak segala bentuk provokasi dan bersama-sama menjaga NKRI. Masyarakat Dayak dan masyarakat Kalimantan Selatan adalah bagian dari Indonesia,” pungkasnya.
Ia pun mengajak masyarakat menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan penuh semangat kebangsaan.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Merdeka! Merdeka! Merdeka!











