
BANJARBARU— Momentum peringatan kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus 2026 diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat persatuan dan menjaga keharmonisan masyarakat Kalimantan Selatan.
Ketua Pengurus Wilayah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kalimantan Selatan, Rubi, mengajak seluruh masyarakat Banua untuk bersama-sama menjaga suasana daerah tetap aman, damai, dan rukun di tengah keberagaman yang ada.
Menurut Rubi, peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan para pendahulu, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.
Ia menilai masyarakat perlu semakin waspada terhadap berbagai informasi yang berpotensi menimbulkan kegaduhan, terutama informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Karena itu, Rubi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh provokasi, ujaran kebencian, maupun informasi yang dapat memicu kesalahpahaman antarkelompok.
Menurutnya, kondisi sosial yang aman dan harmonis hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat memiliki kesadaran yang sama untuk menjaga komunikasi, menghormati perbedaan, serta tidak mudah terpancing oleh isu yang berkembang.
Keberagaman yang dimiliki Kalimantan Selatan, lanjut Rubi, harus dipandang sebagai kekuatan sosial yang memperkaya kehidupan masyarakat Banua.
Perbedaan latar belakang adat, suku, agama, budaya, maupun pandangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling berhadapan. Sebaliknya, perbedaan tersebut perlu menjadi dasar untuk memperkuat sikap saling menghormati dan kebersamaan.
Rubi juga menekankan pentingnya menjaga ruang publik dan media sosial agar tidak dipenuhi narasi yang berpotensi menimbulkan permusuhan.
Masyarakat diharapkan lebih selektif dalam menerima maupun membagikan informasi, terlebih apabila sumber informasi tersebut tidak jelas atau belum terverifikasi.
Semangat tersebut dinilai sejalan dengan nilai-nilai masyarakat adat yang menjunjung tinggi kehidupan bersama, penghormatan terhadap sesama, serta keseimbangan dalam menjaga hubungan sosial.
Dalam pesannya, Rubi turut mengangkat falsafah masyarakat Dayak, “Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata,” sebagai pengingat pentingnya hidup dengan menjunjung keadilan, kebaikan, dan nilai-nilai kebersamaan.
Ia berharap semangat bulan kemerdekaan dapat mendorong masyarakat Kalimantan Selatan untuk terus menjaga persaudaraan dan tidak memberikan ruang terhadap upaya yang dapat memecah belah kehidupan sosial.
Bagi AMAN Kalsel, kerukunan masyarakat menjadi salah satu modal utama dalam membangun daerah dan mendukung kemajuan Indonesia.
Dengan menjaga kedamaian Banua, menghargai perbedaan, serta memperkuat persatuan, Rubi berharap Kalimantan Selatan tetap menjadi daerah yang harmonis dan kondusif.
Banua rukun, Indonesia maju.











